Minggu, 29 Mei 2016

Pulau Petong – The Wonderfull Batam Under Water

Guys kali ini aku mau cerita pengalaman mengunjungi serpihan surga bawah laut di Pulau Petong, Batam. Ada yang pernah dengar Pulau petong? Lepas status warga Batam kalo gak tau!!lepas sekarang juga!!![ngomong pake cara raditiya, “turunkan saya sekarang juga :v ” {cubit aja dedek bang, ampun}, tau lah ya]. Lanjut guys. Sekilas tentang Kota Batam. Batam merupakan Kota yang berada di Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah pulau sekitar 308 pulau. Jadi, Kota Batam adalah sebuah kota yang sebagaian besar wilayahnya berupa pulau-pulau. Kebayangkan guys gimana bentuknya? Pokoknya wilayah Kota Batam sebagain besar perairan dan pulau-pulau kecil tersebar di seluruh wilayah Batam. Jika kalian ke Batam, jangan sampai melewatkan mengunjungi Pulau Abang dan Pulau Petong!! Why? Kenapa? Tanya kenapa? Temukan sendiri lah jawabanya :v
Hari ini, Minggu 29 Mei 2016, aku dan keluarga besar Warung Perancis mengunjungi Pulau Petong. Rencana ini sebenarnya udah dari bulan kemaren, tapi baru hari ini terealisaikan. Maklum, kebanyaka ndari kami orang sibuk memperkaya perusahaan orang lain (Karyawan.red). Aku dan 6 teman yang lain nunggu di Kampus Politeknik Batam. Janjinya sih jam 7 tapi aku datangnya jam 7.30, wajar lah semalam habis lembur nonton bola jadi bangunnya kesiangan. Cece Suy, Madame Moina, Mas Toha, Kak Nisa, Azza dan kak wahyu sudah gondok kayaknya nunggu aku yang ngaret 30 menit. Tapi gak lama kemudian mobil yang bakal membawa kami ke Pulau Petong udah datang. Untuk bisa pergi kesana pake agen travel. Karena emang harus pake agen travel gak bisa sendiri. Perorang bayar 380.000 dan minimal 7 orang. Kami dijemput dari Poltek sampe ke jembatan 6. Pergi jam 08.45 sampe di jembatan 6 jam 09.30. setalah sampe di jembatan 6 lanjut lagi nyebrang ke Pulau petong pake pompong. Sekitar jam 11.00 sampe di pulau petong. Tahu kah guys? Perjalan dari jembatan 6 sampe ke pulau petong mata anda akan disuguh kan dengan pemandangan serpihan pulau-pulau kecil yang tersebar dengan air laut yang jernih. Huh pokoknya mah kaya pulau phi-phi yang ada di thailand lah. Tapi gak mirip-mirip kali sih hehehe. Jam 1130 kami langsung meluncur ke spot tempat snrokling. Kami snrokling pake apalh namanya kacamata yang nutupin hidung kita juga, sampe gak bisa napas. Jadi emang kalo snrokling napasnya pake mulut. Jadi selang  yang nongol ke permukaan itu alat pernapasan pake mulut. Sungguh guys bagi aku yang baru pertama kali snrokling dan pertama kalinya juga renang terus napasnya pake mulut, bener-bener kesiksa guys. Gak bisa, tapi akhirnya bisa juga :v dengan modal terpaksa kan. Dan eng ing engg..... subhanallah kali lah yaa.... keingin aku dari dulu pengen iat the wonderful under water akhirnya kecapain juga. Liat terumbu karang yang berwarna-warni dengan kerumunan ikan nemo dan lain-lainya. Hadehh bikin hati betah berlama-lama tenggelam di bawah laut Pulau Petong. Tapi guys, hati-hati ya.... banyak bulu babi di terumbu karangnya. Bahaya kalo kena bulu babi, gak bikin bengkak sih tapi kalo kena lumayan cenat-cenut juga hati nya,, eh kaki nya guys maksudnya. Pulau petong itu hanya pulau kecil yang berbentuk bukit (emang pulau di Batam semuanya bentuknya bukit). Di sekelilingnya dikelilingi laut yang sangat cuantik dah. Ikanya banyakkkkkk.... jadi pengen mancing. Airnya jernih dah. Pasirnya putih tapi ada juga yang bukan pasir putih. Kami snrokling sampe jam 02.00 terus makan siang. Makan siang agen travel yang nyediain. Makananya enak juga lah,mananan seafood. Habis makan lanjut snrokling dan dilanjutkan ke pantai pasir putih. Haduh guyss, jangan tanya ya gimana bentuknya. Pasirnya bener-bener putihhh dan airnya jernih buanget dah. Dari tempat pertama kami harus menggunakan pompong sekitar 20 menit untuk sampe ke pantai pasir putih itu. setelah puas foto-foto guling-guling dan renang lagi kami pulang lagi dan siap-siap untuk pulang. Kami pulang menuju jembatan 6 sekitar jam 5an, dan sampai ke Kampus Politeknik Batam jam 6.30. karena capek langsung pulang, shalat magrib makan, baring-baring dan nulis ini pengalaman. Hahaha

Aku mah Cuma mau nyaranin aja, bagi kalian yang emang hobyy dengan keindahan Alam, mesti dan wajib lah kunjungi Pulau Petong atau pulang abang. Karena emang The wonderful Batam Under Water hidin there.... Gak lucu hidup bertahun-tahun tapi gak perah menikmati keindahan kota Batam.

Kamis, 19 Mei 2016

Pendidik Abal-abal? Banyak!

Jum’at, 20 Mei 2016. Setelah kelar nulis pemuda galau dalam gelas(?), dan udah masuk ke kamar kosan, eh malah masih pengen nulis lagi... sekarang lagi kepikiran Dosen mental killer.
Throw back Tahun 2013, masa-masa kepala botak (paska latihan diksar). Masih maba lah pokonya. Masih excited bisa makan tugas kuliahan sampe ngalong dan bela-belain gak tidur sampe subuh Cuma buat tugas Gambar Teknik.
Sebenarnya dulu sempat nulis kegalauan Dosen mental killer ini. tapi gak sempat dipublikasikan dan akhirnya tesimpan di dalam laptop dan laptopnya udah dijual buat ongkos pulang ke subang setalah 5 tahun di batan gak pulang-pulang.(bang toyib mah belum apa-apa). Kepikiran nulis ini lagi setelah kemaren ikut ngelamar kerjaan sebagai guru bimbel di salah satu yayasan di Batam. Pemilik yayasan bilang ke aku kurang lebih kaya gini. “kehadiran kalian (kami calon guru bimbel) itu bukan dilihat dari daftar hadir, tapi kami akan lihat daftar hadir kalian dari statistik kemajuan murid nanti”.
Paham maksudnya? Nah ini dia esensi dari kata “Mengajar”. Terkadang sebagian guru dan dosen lupa akan esensi dari tenaga pendidik sesungguhnya. Menurut aku, pendidik yang sebener-benernya pendidik adalah pendidik yang mampu untuk memberikan pemahaman kepada murid didiknya. Entah dalam kondisi apa pun itu seorang murid. Memang ada sebagian pendidik yang hanya melakukan tugasnya saja, mereka lupa dengan kewajiban dan tanggung jawab sebagai pendidik. Meraka hanya berpikir, “tugas saya adalah mengajar, menyampaikan materi” tok sampai situ aja. Mereka tidak pernah paham bahwa tugas pendidik bukan hanya menyampaikan ilmu, tapi mentransfer ilmu. Ngertikan makna mentrasnfer? Ilmu yang ada di kepala mereka harus pindah ke kepala muridnya.
Mentransfer. Pernah mentrnsfer data dari USB ke laptop atau sebaliknya? Fenomena apa yang terjadi? Yah data yang ditransfer terkadang cepat dan terkdang lambat. Ketika meraka menstranfer data cepat sebenarnya ada dua faktor. Pertama, muridmya memang cerdas atau pendidiknya yang cerdas dalam mentrasnfer ilmu. Nah ini dia susah gampangnya sebagai pendidik. Terkadang pendidik harus paham betul bagaimana cara murid itu berpikir pada suatu persoalan sehingga ketika murid mentok dalam memahami persoalan, pendidik tahu apa yang harus diperbaiki dari cara beripikir mudid terhadap masalah tertentu. Namun, kebanyakan pendidik yang selama ini saya jumpai. Meraka hanya mengenban tugas saja. Yah saya sudah jelaskan, anda harus nya paham. Toh ketika saya nanya ke kalian ada yang ditanyakan pun kalian diam aja. Artinya tidak ada yang tidak dipahamikan?. Pendidik seperti ini adalah pendidik yang biasa aja. Tidak ada nilai lebih dari dia. bahkan esensi sebenarnya dari title pendidik itu pun kurang cocok untuk dia sandang.
Semester satu aku ada seorang dosen yang mengajarkan tentang teknik material. Dia bercerita tentang seorang mahasiswa yang sangat tidak mengerti matematika namun karena dia paham akan masalah mahasiswa tersebut dia bimbing, dia didik, dia tuntun hingga akhirnya di penghujung semester, nilai yang biasanya 10, 20 dia bisa dapatkan 70 bahkan 80. Ini dia tugas sesungguhnya pendidik. Mentransfer ilmu dari kepala mereka sampai tersimpan di kepala murid. Bukan Cuma ngajar terus tugas nya kelar, setalah ujian terus mahasiswa tidak lolos malah dia biasa aja. Aneh kan? Hey ... sadar tidak ketika kalian melihat murid kalian gagal dalam menerima materi yang kalian sampaikan, itu artinya kalian GAGAL dalam mengajar! Ini dia maksud dari ketua yayasan bimbel tadi. Keberhasilan guru dilihat dari keberhasilan muridnya. Oke kita tidak bisa menyalahkan Pendidik 100% dalam mentransfer ilmu ke muridnya. Karena faktor dari muridnya juga mempengaruhi. Namun, sekali lagi aku harus menegaskan. Pendidik ibaratnya seperti kontrol PID, dia harus menyeimbangkan kondisi error dari muridnya. Maksudnya, ketika dihadapkan dengan murid yang cerdas, tugas pendidik ringan. Tidak perlu bekeringan sampe bahas-basahan. Karena, keringat yang sedikit sudah mampu menyeimbangkan kemampuan muridnya dalam menerima ilmu. Namun, ketika murid dalam keadan terpuruk, bego, bandel, malas, dan sebagainya. Pendidik harus bisa menyeimbangkan semua kondisi error tadi supaya kembala stabil. Pendidik harus tahu bagaimana murid bisa menerima semua ilmu. Pendidik harus mencari cara sebaik mungkin untuk me-reduce semua error pada murid tadi. Ketika pendidik mampu mengatur kontrol sehingga menyeimbangkan kemampuan muridnya sampai dia bisa mengikuti meteri pelajaranya, ini dia pendidik sebenarnya. Bukan pendidik ABAL-ABAL.
Mungkin jika dari 30 murid, yang tidak lulus hanya 3-5 orang dengan nilai 50-55 dari standar kelulusan 60, ini masih dalam kondisi wajar. Tapi jika dari 40 siswa tidak ada yang lolos dan nilai yang tidak lolos adalah 2,3,4,5 20,30 dari skala 100, ini siapa sebenarnya yang error? Yang salah siapa? Muridnya? Hey genk kami masuk univeritas ini dari hasil seleksi dan pasti paham betul lah kampus kami tidak sembarangan aja lolonya. Artinya, kami semua punya kemampuan yang lebih dari kawan-kawan di luar kampus kami. Tapi kenapa dari awal sampai akhir nilai yang terera di kertas 2,23,25, 45? Dan ini masiv! Merata semuanya!! Kita yang salah? Atau gimana?
Aku juga tidak habis pikir dengan pola pikirnya, dia memberi kami tugas yang sangat banyak. Dengan dalih, “biar kamu tidak ada waktu buat main-main”. Wtf, ini apa? Dia tidak paham akan kinerja otak dan maksan pressure of mind. Dia hanya berpikir kerja terus-menerus kan menghasilkan suatu hasil kerja yang menyenangkan. Memang iya! Tapi cek lah bagaimana pendidik itu memberikan mindset terhadap diri dia sendiri. Dia ingin mahasiswa menganggapnya killer. Dia membuat kita tidak nyaman dengan keberadaannya. Tidak paham kah anda, keberhasilan murid dalam belajar adalah salah satunya kenyamanan?. Kenyamanan akan memeberikan kita kemudahan dalam melakukan sesuatu. Karena kita melakukanya dengan hati yang senang. Tak ada beban. Tapi dia? sudah memberikan mindeset Dosen killer, memberikan tugas banyak dan waktu deadline yang sangat kamvret. Sebenarnya it’s oke memberikan tugas banyak. Asal, jadikan lah itu suatu hal yang menyenangkan. Bukan dianggap beban. Sungguh kawan, ketika aku melihat dosen ini rasanya entah lah. Lemas aja. Dia hanya bisa menyampaikan, belum bisa mengajar. Salah satu tugas pendidik adalah memberikan dorongan kepada murid untuk mampu mendongkrak masalah yang ada. Bukanya menambah pressure tanpa mempedulikan kesusahan yang ada.
Ah , kamu kan mahasiswa, ya harus mandiri lah. Masa harus disuapin terus.
Ini bukan masalah student learning atau teacher learning. Ini masalah tugas sesungguhnya dari pendidik. Jika memang tidak bisa memberikan materi, buat lah ia paham tentang materi tersebut. Caranya? Dorong semangatnya! Bukan malah membunuh mental nya mencitra kan diri sebagai dosen killer. Ngertikan killer? Tau kan dampak dari kata killer? We hate you! Itu akibat dari pencitraan killer yang dia buat. We hate you and everything he gave to us, it automactaclly ignored.
Mungkin sebagai pendidik yang biasa aja itu sudah cukup untuk memebrikan materi. Tapi untuk pendidik sungguhnya, pendidik harus mampu memberikan memberikan solusi untuk memperbaiki error yang terjdi pada peserta didik.
Memang selama perkuliahan, tidak ada satu sesi pun yang kosong. Bahkan pada mingu pengganti tidak ada satu pun yang dibiarkan kosong. Namun pada hakikatnya dia tidak pernah sama sekali. Tidak pernah masuk untuk mengajar sama sekali. Kenapa? Karena di penghujung semester dari jumlah sekitar 40 peserta didik, tidak lebih dari 3 orang yang lulus. Yang tidak lulus nilai nya bervariasi anatara 0-40. Bayangkan saja ada yang dapat nilah 10 dari skala 100. Ini bukan satu dua, tapi banyak.
Kita harus sadar bahwa keberhasilan murid mencerminkan keberhasilan pendidik dalam mengajar.


Pemuda galu dalam Gelas(?)

Jum’at, 20 Mei 2016 (H-7 assigment Proposal Tugas Akhir) pukul 00:43, at tempat nongkrong di samping kosa, Citra Batam- Batam Centre.
Itikad awal mau merampungkan proposal Tugas Akhir yang waktu nya udah nyekek, karena ada revisi jadi harus dirombak semua isi proposal. Tapi, berhubung kepala sudah mentok akhirnya memutuskan untuk nge-blog wae.
Gak ada hal menarik yang mau aku tulis, tapi entah kenapa ini jari lagi gatel mengupas sedikit pengalaman mengukiti seleksi JPI tadi siang. Mungkin ada yang udah tahu apa itu JPI, aku pribadi baru tahu tadi ketika ikut seleksi. Jadi JPI itu singkatan dari Jambore Pemuda Indonesia. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan tahunan yang diadakan oleh kemenpora. Tujuannya untuk menjaring pemuda berbakat di setiap daerah lalu selanjutnya diikutsertakan dalam sebuah kegiatan sosial. Kurang paham juga jenis kegiatannya sosialnya seperti apa. Yang jelas, untuk tahun ini dari provinsi Kerpi akan mengirim utusanya ke Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah acara JPI tahun ini. Tahun sebelumnya kegiatan JPI diadakan di Kepri. Tapi, aku gak tahu tentang info ini. hehehe
Aku dapet info seleksi JPI dua hari sebelum hari seleksi (Hari selasa.red) dari grup whatsapp Kelas Inspirasi Batam. Dan ternyata yang share informasi di whatssapp adalh salah satu alumni JPI tahun lalu. Nanya-nanya ke dia tentang JPI dan alur seleksinya bagaimana dan ternyata seleksi JPI kurang lebih sama dengan seleksi PPAN ( Pertukaran Pelajar Antar Negara). PPAN juga merupakan salah satu program kemenpora. Tujuan tempatnya ke luar negeri. Tahun 2013 pernah iseng-iseng coba, dan ternyata gagal. Terus tahun-tahun berikutnya gak sempet ikut lagi. Bukanya malas atau apa, Cuma... yahh lagi patah semangat aja.
(eh itu ada suara apa ya?.. tek tek tek tek gitu.... aku lagi diluar wakk,, sendiri. Gelap lagii.... loh kok makin keras aja suaranya?? Makk itu suara apa? Lah kok jadi parno??) #abaikan
Jam 01:00 Hari Kamis, 5 Mei 2016. Aku sudah menyiapkan diri. Khususnya bakat apa yang akan aku tampilkan. Berhubung aku bukan dari kalangan seni, jadi aku pilih cas ces cos dalam bahasa perancis, inggris, dan jepang. mau nari juga gak bisa, senam aja udah kaya kayu kena angin, kaku kali. Nyanyi macam ngegeprek eek kucing di atas seng, gembreng gembreng.yang ada bikin gendang telinga orang pecah. Jadi malam itu (setelah nyiapin bahan presentasi TA pastinya) aku Cuma nyiapin materi yang bakal aku sampaikan dalam bahasa inggris, perancis dan jepang. Dan juga sedikit wawasan umum tentang kepulauan riau yang katanya sih bakal masuk di soal tes tertulis dan wawancara. Cukup lumayan lah sampe gak terasa ketiduran dan bangun-bangun jam 06.45. (Astagfitullah... telat shalat subuh,,,). Gak banyak bengong lagi lagi mandi dan siapin persyaratan untuk seleksi seperti fotocopy izasah, fotocopy ktp dan pas foto. Udah gantengan dikit langsung pergi ke jalan raya untuk nunggu angkot (gua gak ada motor cukk -_-). Tapi sialnya ketika aku mau nyebrang, teman se asrama dulu manggil dan nawarin aku tumpangan terus dibawanya aku ke kampus. Ehh eek lah. Di jadwal dikasih tau acara seleksi mulai jam 07.00, ini udah pukul 07.15. mampus lah telat. Sempat mikir gak mau lah seleksi, masuk kuliah aja. (eh aku ikut seleksi artinya hari itu aku gak masuk kuliah full seharian). Ketika nyampe di kampus, ketemu ibu-ibu yang mukanya kok cemas gitu. (Hmm jadi inget my mom). Ternyata dia mau nanya tentang prosedur daftar masuk Politeknik Negeri Batam jalur UMPN. Berhubung aku mah anaknya baik ya aku jelasin aja semampu aku. (artinya aku ngulur waktu lagi) sampai ibu kelar nanya-nanya, jam di hp udah menunjukan pukul 07.45. mampus memang, telat satu jam. Tadinya udah mantap gak mau ikut, tapi hati kecil aku bilang, “ berangkat aja, gak papa telat dari pada gak sama sekali”. Emang iya ya, hati nurani mah emang menunjukan ke jalan yang lurus terus. Akhirnya aku nunggu bus di halte dan turun di halte kepri-mall. Eh kamvretnya, om bus nya masa ngasih harga 4000, harusnya kan 2000. Aku kan masih mahasiswa -_-. Dasar, konektur seme eek lah. Dari kepri mall cukup 10 kayaknya untuk sampe di Gedung Kanpora. Dan eng ing eengggggg.... acara belum kelar. Yeahhh......(loncat loncat, guling guling).
Setelah nanya ke mbak-mba yang di ruang informasi (cantik ohhh, sumpah :v) akhirnya aku daftar ke lantai dua. Disana ada ishlah ternyata. Dia ini orang yang udah berbulan-bulan megang kaca mata aku -_-. Sampe-sampe beberapa bulan ini aku pake kacamata accelerometer yang selalu dikamvretin ama kawan kelas  -_- oke skip, akhirnya kami ikut acara seleksi JPI 2016.
Dari pagi sampai jam 12 Cuma diisi materi doang. Hoaamm ngantukk jadinya.. eh ternyata di sini ada nilam. Haduh, ini anak pernah bikin aku mati kutu pas seleksi PPAN dulu. Ketika penampilan bakat dia maju pertama dan nampilin karate (sugeee pisannn), baca puisi (alamakk penjiwaannyaaa), nari (aduhaiiiii gak nahan abang dek), dan nyanyi. Komplit sudah ini bocah menghancurkan mental aku. Penampilan pertama disuguhkan dengan penampilan yang super wakwaw lah menurut ku. Aku yang gak punya bakat sama sekali rasanya pengen lari dari ruang terus pulang aja. Dan sekarang dia ikut lagi, hadehh..
Setelah ishoma, seleksi tertulis dimulai. Ada 100 soal dan dijawab dalam waktu 1 jam. 10 soal pertama masalah Matematika, 20 soal kemudian masalah wawasan umum, 20 soal kemudian wawasan kota, 10 soal bahasa inggris dan lupa lagi 40 soalnya tentang apa. Yang pastinya 10 soal MTK pertama mah gampang, pas masuk ke wawasan lokal ini nih abang mati. Hmm but it’s oke lah. Masih gampang lah pake cara eliminasi GO. (Murid aku pasti tau metode ini ketika gak tau sama sekali tentang soal itu. but, it works!).
Jam 03.30 lanjut tes bakat sambil wawancara. Yah seperti yang sudah-sudah. Penampilan pertama selalu memukau dan menyayat hati bagi aku yang gak punya baka seni. Eh tapi aku ternyata di panggil wawancara dulu baru penampilan bakat. Pas wawancara, ternyata yang ngewawancarai itu mas wahyu. Ini orang yang nghandle aja PPAN bahkan yang menentukan siapa yang pantas jadi perwakilan kepri itu dia. gak ada yang aneh-aneh, Cuma nanya asal terus karena tahu aku mahasiswa Politeknik Batam, dia nanyain bang jerry. Bang jerry ini alumni PPAN ke kanada. Yah aku bilang tahu lah, terus jelas dikit juga tentang PPAN. Udah ketebak sih mas wahyu bakal ngebahas tentang PPAN (dasar promosi PPAN mulu, udah tahu ini JPI. Huh). Setalah itu aku ungkapan aja kenapa aku mau ikut, aku bilangnya ya karena ingin ikut berkecimbung di dunia sosial aja. Dia bilang gini pas aku bilang gitu, “halah modus aja itu mah, tujuanya jalan-jalan kan?” yaudah aku jelasan secara gamblang kalo Cuma jalan-jalan doang mah tiap hari juga jalan-jalan :v. Tapi emang bener kok tujuan ikut ini ingin ada kontribusi di dunia sosial aja.
Selanjutnya wawancara keorang selanjutnya. Salah satu yang wawancara tenyata bang anggi. Dia salah satu alumni politeknik negeri Batam dan mantan ketua Bem tahun 2013. Jadi nyantai aja sih rasanya. Dia Cuma nanya ibukota provinsi sulsel apa? Aku jawabnya gorontalo L. Terus ibukota provinci jawa tengah, sumut, sumsel,sumbar. Tapi syukurnya yang lain aku tahu. Abang-abang melayu yang satu lagi, die cakap bahase malayu. Awak jadi tak paham -_-. But, it’s oke lah aku bisa jawab. Cuma ditanya, kalo aku lolos aku harus ngapain? Ya jelas lah harus menguasai budaya kepri. Gak nyampe 5 menit langsung keluar.
Gak lama keluar langsung dipanggil buat nampilin bakat. Ya allah, ini nih yang namanya kill moment. Bener-bener mati gaya dah. Akhirnya aku putuskan untuk baca puisi, nyayi lagu sunda dan cap cus bahasa jepang inggris peancis (gak lancarrrrr....... beantakannnn ........kamvretttt ..........maluuuuuu).
Setalah kelar semuanya, shalat magrin terus makan bareng. Eh ternyata dikasih duit wakk alhamdulillah.. lumayan lah buat makan 3 hari (anak kosan, rezeki nomplok dah).
Pengumuman yang bakal lolos bakal dikasih tau seminggu lagi. Nih ya aku kasih tahu kalian semua. Gak bakal ada nama aku tercantum disana :v. Jadi cerita JPI hanya sampe disinni aja. Gak bakal aku lanjut nulis JPI seleksi provinsi -_-. Hahaha gak berharap lebih, sakit kalo terlalu berharap. Nanti ditinggalin ke surabaya lagi galau abang dek -_-.
Abaikan kata-kata terakhir.
Oke deh. Berhubung kopi di gelas udah habis. Dan ternyata ada suara ngok ngok ngok disebalah kanan dan suara tok tok tok nya dinamis gitu kadang keras kadang kecil sampe bulu ketek aku jadi merinding. Mending aku masuk kamar aja lah. Takut coyy